Tanda-Tanda Akhir Zaman ; Sungai Tiberias Mengering

0
1009

Indopost.co – Sungai Tiberias adalah sungai air tawar yang terletak di antara bagian bawah dataran tinggi golan yang dikuasai Suriah dan Dataran timur kota Galilea Palestina. Sungai Tiberias juga sering terjerat dengan turunnya dajjal sebagai bagian tanda dari akhir zaman dan kiamat.

 Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda bahwa turunnya permukaan air sungai Tiberias menjadi salah satu tanda-tanda kedatangan dajjal. Melihat hal ini, lalu bagaimanakah kondisi sungai Tiberias dari waktu ke waktu?

Sungai Tiberias merupakan sungai air tawar terbesar di Israel, sungai air tawar pertama di dunia dan sungai terendah kedua setelah laut mati yang merupakan sungai air asin. Sungai ini memiliki luas 166 km2 (64 sq mi), kedalaman mencapai 43 m (141 kaki), dan berada 211.315 meter (693.29 kaki) di bawah permukaan laut. Garis pantai sungai ini membentang sejauh 53 km dengan luas keseluruhan 166 km2.

Sumber pasokan air bersih untuk Palestina dan Israel juga berasal dari sungai Tiberias. Sungai ini menjadi tempat bagi umat Islam, nasrani dan yahudi. Selamat kini sungai yang memiliki peran penting dalam kondisi yang penting. Pasalnya status debit air yang ada dalam sungai ini mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Hal ini tentunya bukan hanya dengan kriteria juga yang mengkhawatirkan berita yang disampaikan Rasulullah bahwasannya salah satu tanda kedatangan dajjal itu dengan turunnya permukaan air sungai Tiberias.

Sejak tahun 2004 pemerintahan zionis. Hal yang terjadi, terjadi sungai setinggi 16 meter. Menteri Pertanian Israel menyatakan secara terbuka melalui kantor berita mereka debit air danau Tiberias mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan. Berita ini tentu saja mengkhawatirkan bukan hanya bagi para zionis Israel tapi juga bagi umat Islam yang mengingat hal ini sebagai tanda-tanda kedatangan dajjal yang kian dekat.

Danau yang diapit oleh dua Negara Islam Islam dan Palestina ini, menurut beberapa media, peristiwa ini merupakan kekeringan paling parah selama 100 tahun yang lalu. Efeknya sedang mengalami kekeringan yang parah itu. Kekeringan yang terjadi sungai Tiberias bukan hanya faktor perubahan iklim juga minimnya curah hujan yang hanya bisa mencapai 65 persen dalam lima tahun kebelakang. Selain itu juga, daya serap hujan yang tidak ada pada puncaknya tahun 2014 dan merupakan musim kering cukup parah. Dikabarkan pula yang dimaksud dengan penurunan permukaan udara Danau diperkirakan akan mencapai tingkat paling mengkhawatirkan antara 700 kaki atau 213 meter di bawah permukaan laut.

Dilansir dari haaretz, seorang fotografer amatir bernama Ofer Moskowitz, yang berada di Libanon, mengatakan pendapatnya mengenai keadaan sungai Tiberias, “Sekali waktu, saya pernah melihat aliran udara yang sangat deras, banyak tanaman tumbuh, banyak rumput dan pohon subur, aliran sungai yang sangat deras. “

Kabar-kabar tersebut menunjukkan saat ini kondisi sungai Tiberias semakin mengkhawatirkan. Oleh selengkap, kita perlu mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala, berdoa, berserah diri, serta memperbanyak amalan dan ibadah. Hal ini mengingat keadaan sungai Tiberias yang mengkahawtirkan dan sebagai tanda-tanda akan datangnya dajjal yang tentunya juga sebagai tanda akan akhir zaman yang kian dekat. (Fikriah NurJannah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

40 ÷ = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.