Smartphone Dan Game Membuat Kecerdasan Warga Eropa Menurun

0
143

Indopost.co – Tingkat kecerdasan yang dicerminkan dalam poin IQ (intelligence quotient) pada warga di Eropa disebutkan, mengalami kemerosotan.

Penelitian terbaru terhadap warga di negara Skandinavia dan juga Inggris menyimpulkan adanya penurunan tingkat IQ, sejak beberapa dekade terakhir.

IQ adalah skor dari yang dihasilkan dari beberapa tes standar yang dirancang untuk menilai kecerdasan manusia.

Disebutkan, goyahnya capaian tingkat IQ di abad ke-20, dimulai dengan fenomena pada warga di negara-negara maju sejak pertengahan dekade 1990an.

Michael Shayer, -salah satu peneliti yang turut ambil bagian dalam laporan tersebut, sejak 1995 terlihat ada “kekuatan sosial” besar yang telah mengganggu perkembangan pemikiran anak-anak.

Menurut Shayer, seperti yang dikutip dari laman Euronews, gangguan itu terasa semakin besar dari tahun ke tahun.

Shayer menyebutkan, “kekuatan sosial” yang dimaksudnya mencakup pengembangan teknologi, seperti konsol gim dan telepon pintar.

Alat-alat itu telah mengubah cara berkomunikasi antara anak, yang pada gilirannya berdampak pada perkembangan IQ.

“Coba ambil anak berusia 14 tahun di Inggris. Dulu, di tahun 1994, 25 persen anak di rentang usia ini bisa merampungkan tes matematika dan sains, kini hanya sekitar lima persen.”

Sama halnya dengan di Inggris, studi tersebut juga menemukan bahwa tingkat IQ di negara-negara skandinavia, yang telah mengalami kemajuan selama beberapa dekade, kini mengalami kemunduran.

Finlandia, Norwegia, dan Denmark semuanya mengalami penurunan skor IQ rata-rata 0,23 poin per tahun sejak pertengahan 1990-an.

Mungkin saat ini degradasi itu terlihat amat kecil. Namun periset mengatakan, ada ancaman efek jangka panjang yang signifikan.

“Bila diproyeksikan lebih dari satu generasi (30 tahun), Finlandia akan kehilangan 7,49 poin IQ keseluruhan, Denmark 6,48 poin, dan Norwegia 6,50 poin.”

Sementara di Swedia, meski tidak memiliki data untuk beberapa tahun terakhir, para periset yakin bahwa tren serupa terjadi di negara itu.

Sebab, Swedia pun memiliki pola perkembangan serupa dengan negara-negara dalam riset itu.

“Tampaknya faktor-faktor itu telah menyebabkan kekuatan untuk meningkatkan IQ seperti lenyap,” ungkap periset lainnya James Flynn kepada majalah Swedia Forskning & Framsteg.

Baik Shayer maupun Flynn meyakini bahwa hasil penelitian ini pun mencerminkan tren global yang lebih luas.

Dampak serupa pun dialami berbagai negara di belahan dunia lain.

Masyarakat di negara industri maju seperti Jerman dan Belanda kini juga disebut menunjukkan tanda-tanda stagnasi dalam perkembangan IQ.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

60 ÷ = 6

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.