Setan Tidak Bisa Menusuk Nabi Isa Ketika Lahir

0
172

 

Indopost.co – Cerita tentang Nabi Isa anak baru lahir satu-satunya di dunia yang tidak menangis ketika lahir akibat ditusuk setan diperutnya. Ceritanya dimulai ketika Istri Imran adalah ibu Siti Maryam as, namanya Hannah binti Faquz.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa Hannah adalah seorang wanita yang lama tidak pernah hamil, lalu pada suatu saat ia melihat selera burung sedang makan anak-anaknya, akhirnya ia menginginkan punya anak. Kemudian ia berdoa kepada Allah Swt., Semoga Allah menganugerahinya seorang putra, dan Allah memperkenankan doanya itu. Saat menggaulinya, maka hamillah dia. Setelah masa hamilnya sudah tua, maka ia bernazar akan kelak akan dipersembahkan untuk berkhidmat kepada Baitul Maqdis. Untuk itu ia mengatakan, seperti yang korban firman-Nya: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu, terimalah (nazar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Ali Imran: 35)

Yakni Engkau Maha Mendengar akan doaku lagi Maha Mengetahui niatku. Saat itu ia tidak mengetahui apakah anak yang dikandungnya itu laki-laki atau perempuan.

فلما وضعتها قالت رب إني وضعتها أنثى والله أعلم بما وضعت

Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun mengatakan, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang itu itu itu.” (Ali Imran: 36)

Lafaz wada’at ada yang membacanya wada’tu karena dianggap sebagai ta mutakallim (anak yang aku lahirkan), dan menjadikannya sebagai kelanjutan dari perkataan (doa) istri Imran.

Ada pula yang membacanya wada’at dengan huruf ta yang di-sukun-kan dan menjadikannya sebagai firman Allah Swt.

وليس الذكر كالأنثى

dan anak laki-laki seperti anak perempuan. (Ali Imran: 36)

Yakni dalam hal kekuatan dan kesabaran dalam beribadah dan berkhidmat sesuai Masjidil Aqsa.

وإني سميتها مريم

Sesungguhnya aku telah menamainya Maryam. (Ali Imran: 36)

Di dalam ayat ini terkandung makna bisa menamai anak di hari kelahirannya secara langsung, seperti yang tersirat dari makna lahiriah ayat. Mengingat hal ini merupakan syariat orang-orang sebelum kita, lalu oleh suatu riwayat oleh syariat kita. Hal yang sama disebut di dalam sunnah Rasulullah Saw. yang telah bersabda:

«ولد لي الليلة ولد سميته باسم أبي إبراهيم»

Telah berdiri untukku malam ini seorang anak laki-laki yang aku beri nama dengan nama Abi Ibrahim. (Hadis diketengahkan oleh Bukhari Muslim)

Hal yang sama di dalam kitab Sahihain, sahabatnya Anas ibnu Malik berangkat membawa saudaranya yang baru dijatuhi oleh Rasulullah Saw., Lalu Musa Saw. pria-tahnik-nya dan mengurus nama Abdullah.

Di dalam hadis sahih Bukhari bukti:

أن رجلا قال: يا رسول الله ولد لي الليلة ولد فما أسميه? قال «اسم ولدك عبد الرحمن»

Cerita seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, sudah ada seorang anak laki-laki bagiku malam ini, maka nama apakah yang harus kuberikan?” Nabi Saw. jawab, “Namailah anak laki-lakimu itu Abdur Rahman.”

Disebut di dalam hadis sahih saat datangnya Abu Usaid seraya membawa anaknya ke Nabi Saw. untuk di-tahnik, dan Nabi Saw. sedang sibuk, lalu Abu Usaid agar agar mau ke. Saat Rasulullah saw. tidak sibuk lagi dan ingat di majelis yang sama, maka beliau saw. Menamainya Al-Munzir.

Seperti hadis yang diriwayatkan dari Qatadah, dari Al-Hasan Al-Basri, dari Samurah ibnu Jundub yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:

“كل غلام رهين بعقيقته, يذبح عنه يوم سابعه, ويسمى ويحلق رأسه”

Setiap anak digadaikan oleh aqiqahnya yang disembelih (untuk) menebusnya pada hari yang ketujuh (dari kelahirannya), lalu diberi nama dan dicukur rambutnya.

Maka hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan ahlus sunan, lalu harg sahih oleh Imam Turmuzi. Menurut riwayat yang lain korban Yudma, hal ini lebih kuat dan lebih banyak dihafal.

Hal yang sama telah dilakukan oleh Az-Zubair ibnu Bakkar di dalam Kitabun Nasab, yang bunyinya mengatakan bahwa Rasulullah Saw. melakukan aqiqah untuk anak lelakinya (yaitu Ibrahim), lalu Musa menamainya (dalam hari aqiqah-nya).

Namun sanad hadis ini kurang kuat karena bertentangan dengan apa yang ada di dalam hadis sahih. Sekiranya hadis ini sahih, niscaya diartikan adalah Nabi Saw. baru mengumumkan nama Ibrahim pada hari aqiqah-nya itu (dan bukan pada pagi hari setelah malam hari kelahirannya).

*******************

Firman Allah Swt. menceritakan doa ibu Maryam, yaitu:

وإني أعيذها بك وذريتها من الشيطان الرجيم

Dan sesungguhnya aku melindungkannya juga anak keturunannya ke (penjahat) dari setan yang terkutuk. (Ali Imran: 36)

Yakni aku menyerahkannya kepada lindungan Allah Swt. dari setan yang terkutuk, dan aku milikku (seperti Isa as) ke lindungan-Nya. Maka Allah memperkenankan doanya itu, seperti yang diriwayatkan oleh Abdur Razzaq:

أنبأنا معمر, عن الزهري, عن ابن المسيب, عن أبي هريرة, رضي الله عنه, قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ما من مولود يولد إلا مسه الشيطان حين يولد, فيستهل صارخا من مسه إياه, إلا مريم وابنها”. ثم يقول أبو هريرة: اقرأوا إن شئتم: {وإني أعيذها بك وذريتها من الشيطان الرجيم}

telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah yang menceritakan Rasulullah saw. pernah bersabda: Tiada seorang anak yang baru terjemah setan menyentuhnya saat itu, lalu ia menjerit menangis karena setan telah menyentuhnya, kecuali Maryam dan anak laki-lakinya. Kemudian Abu Hurairah ra berkata, “Bacalah oleh kalian jika kalian suka firman berikut,” yaitu: Dan sesungguhnya aku melindungkannya dan anak keturunannya ke (penjahat) dari setan yang terkutuk. (Ali Imran: 36)

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan pula hadis ini melalui jalur Abdur Razzaq, juga Ibnu Jarir, dari Ahmad ibnul Faraj, dari Azq Zahir, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. dengan lafaz yang semisal

Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui hadis Qais, dari Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

“ما من مولود إلا وقد عصره الشيطان عصرة أو عصرتين إلا عيسى ابن مريم ومريم”. ث ق ق ق ق ق ق ق ق ق ص}}}}}

Tiada seorang bayi pun bunuh setan telah mencubitnya ya atau dua kali, kecuali Isa ibnu Maryam dan Maryam sendiri. Kemudian Rasulullah Saw. membacakan firman-Nya: Dan sesungguhnya aku melindungkannya juga anak keturunannya ke (penjahat) dari setan yang terkutuk. (Ali Imran: 36)

Juga dari hadis Al-Ala, dari kebenaran, dari Abu Hurairah.

Iman Muslim meriwayatkannya dari Abut Tahir, dari Ibnu Wahb, dari Amr ibnul Haris, dari Abu Yunus, dari Abu Hurairah. Ibnu Wahb meriwayatkannya pula dari Ibnu Abu Zi-b, dari Ajlan maula Al-Musyma’il, dari Abu Hurairah.

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkannya dari Yazid ibnu Abdullah ibnu Qasit, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. dengan pokok hadisnya.

Hal yang sama sama oleh Al-Lais ibnu Sa’d, dari Ja’far ibnu Rabi’ah, dari Abdur Rahman ibnu Hurmuz Al-A’raj yang mengatakan, Abu Hurairah pernah mengatakan bahwa Rasulullah saw. telah bersabda:

“كل بني آدم يطعن الشيطان في جنبه حين تلده أمه, إلا عيسى ابن مريم, ذهب يطعن فطعن في الحجاب”

Semua anak Adam pernah ditusuk oleh setan pada lambungnya saat diundangkan oleh ibunya, kecuali Isa ibnu Maryam; setan pergi untuk menusuknya, tapi yang ditusuknya ternyata hijab (penghalang).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

70 ÷ = 10

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.