PM Israel Ajukan Tepi Barat Dengan Gurun Sinai

0
150

Indopost.co – Mantan pejabat Amerika Serikat mengungkapkan, pada 2014 lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta mantan presiden Barack Obama untuk mempertimbangkan sebuah rencana penawaran wilayah di Sinai untuk Palestina sebagai ganti dari tanah Tepi Barat yang dicaploknya. Kabar ini dilaporkan media kondang Israel, Haaretz, pekan lalu berdasarkan pengakuan sang pejabat tinggi AS yang tidak ingin diketahui namanya.

Netanyahu juga dikabarkan berkali-kali mengungkit isu ini di hadapan Obama dan Menteri Luar Negeri AS saat itu John Kerry. Dia juga berkeras bahwa mereka dapat meyakinkan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi untuk ambil bagian dari rencana itu.

Netanyahu membantah laporan Haaretz itu dengan mengatakan ‘cerita itu tidak benar’. Haaretz memastikan pengakuan pejabat AS itu yang mempunyai akses informasi terhadap tudingan tersebut.

“Ini dimulai tak lama setelah Perang Gaza pada 2014 lalu. Netanyahu datang menemui Obama pada musim gugur di tahun itu dan mengatakan kurang lebih seperti ini, ‘perundingan damai John Kerry gagal dan beberapa bulan lalu kami baru saja berperang, sekarang proses perdamaian tersendat. Jadi saya ingin menawarkan Anda ide yang sedikit berbeda’,” kata pejabat itu, seperti dilansir dari laman Araby, pekan lalu.

“Dia menggunakan istilah ‘blok pemukiman’ namun tidak benar-benar menyediakan peta yang benar-benar menunjukkan blok mana yang dimaksud,” lanjut pejabat itu.

Ada empat pejabat yang diwawancarai untuk membeberkan masalah tersebut. Keempatnya menyatakan usulan Netanyahu itu hanya buang-buang waktu saja karena tentu saja Palestina tidak akan menyetujuinya.

“Kami tahu ini akan menjadi awal bagi Palestina, tetapi bagaimana mungkin mereka sudi untuk memperdagangkan tanah subur di Tepi Barat yang dekat dengan kota-kota terbesar mereka, hanya untuk gurun pasir di Sinai,” ujar salah seorang pejabat.

“Sinai Utara adalah rumah bagi satu kelompok simpatisan ISIS yang terkuat di dunia. Bagaimana mungkin Palestina setuju untuk menukar wilayahnya hanya untuk mendukung Israel membuat lebih banyak pemukiman? Tidak masuk akal bagi kami,” tambah pejabat lain.

Namun yang lebih mengejutkan lagi adalah pemerintahan Obama tampaknya setuju untuk menindaklanjuti rencana pertukaran lahan tersebut.

“Washington saat itu menghubungi pejabat Mesir untuk menanyakan apa mereka bersedia mendiskusikan gagasan semacam itu dengan Israel. Jawabannya adalah tidak,” beber pejabat tersebut.

Meski keempat pejabat tersebut diduga kuat ikut terlibat dalam percakapan antara pemimpin negara tersebut, namun Netanyahu tetap membantah laporan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 7 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.