Penyebab Turunnya Ayat Al Quran : Anak Menjadi Musuh Bagi Orangtuanya

0
178

Indopost.co – Ayah bunda memiliki anak yang sering membantah atau malah malah menjadi musuh? Banyak cerita akhir-akhir ini anak-anak melawan orang tua di pengadilan gara-gara sengketa tanah. Mari kita pahami cerita tentang turunnya ayat terkait masalah ini.

Allah SWT. berfirman, menceritakan tentang istri-istri dan anak-anak, ada di antara mereka ada yang menjadi musuh dan orang tuanya. Dikatakan demikian karena di antara mereka ada yang melalaikannya dari amal saleh, seperti yang ada dalam ayat lain melalui firman Allah Swt. yang mengatakan:

{يا أيها الذين آمنوا لا تلهكم أموالكم ولا أولادكم عن ذكر الله ومن يفعل ذلك فأولئك هم الخاسرون}

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang buat itu, maka mereka itu orang orang yang rugi.(Al-Munafiqun: 9)

Karena dalam surat ini diperkuat oleh firman-Nya:

{فاحذروهم}

maka hati-hatilah kamu (At-Taghabun: 14)

Menurut Ibnu Zaid, ada yang berhati-hatilah terhadap agamamu. Mujahid mengatakan dengan ayat ini:

{إن من أزواجكم وأولادكم عدوا لكم}

sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. (At-Taghabun: 14)

karena mendorong seseorang untuk sembuh tali persaudaraan atau dengan suatu maksiat terhadap Tuhannya, karena cintanya kepada istri dan anak-anaknya yang dia maksud dan tidak kuasa menolaknya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Khalaf As-Saidalani, telah menceritakan kepada kami Al-Faryabi, telah menceritakan kepada kami Israil, telah menceritakan kepada kami Sammak ibnu Harb, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang telah ditanya oleh seorang bapak tentang makna firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka hati-hatilah kamu terhadap mereka.(At-Taghabun: 14)

Ketika agama yang masuk Islam di Mekah; saat mereka mau bergabung dengan Rasulullah Saw. di negeri hijrah, maka istri-istri dan anak-anak mereka tidak mau ditinggalkan.

Pada akhirnya setelah mereka datang kepada Rasulullah Saw. (tepatnya penaklukan Mekah), mereka melihat orang-orang sudah mendalami agama mereka. Kemudian mereka melampiaskan kemarahannya kepada istri-istri dan anak-anak mereka yang menghalang-halangi mereka untuk hijrah.

Dan ketika mereka akan menghukum istri-istri dan anak-anak mereka, Allah menurunkan firman-Nya: dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi dan mengampuni mereka (mereka), maka sesungguhnya Maha Maha Pengampun Maha Penyayang. (At-Taghabun: 14)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 23 = 25

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.