Moeldoko Takut Umat Islam Bangkit

0
112

Indopost.co –  Sanggahan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko atas ceramah Wakil Koordinator Nasional Gerakan Indonesia Salat Subuh (GIS) Eggi Sudjana tentang ‘Presiden bikin rakyat miskin’ di masjid terang tidak tepat.

Kordinator Komunitas Relawan Sadar (KORSA) Amirullah Hidayat mengatakan pernyataan Moeldoko yang menyayangkan masjid dipakai untuk masalah politik sebagai bentuk mengintervensi dan menakut-nakuti orang Islam dalam melaksanakan kegiatan di masjid.

Jelas Amirullah, Moeldoko harus paham tentang Islam. Fungsi masjid tidak hanya untuk tempat salat saja tempat membina termasuk membina dalam masalah politik yang sesuai ajaran Islam.

“Kami melatih Moeldoko belajar kepada Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin yang menyatakan bahwa tidak mungkin ada yang mengatur-atur masjid. Bukan penerbitan yang menakuti orang,” terangnya, Jumat (20/4).

KORSA menilai apa yang disampaikan Eggi Sudjana dalam ceramahnya di Masjid Dzarratul Mauthmainnah, Tangerang Selatan, Minggu (15/4), adalah dalam rangka pembinaan yang terkait masalah politik kebangsaan.

“Dengan demikian, statemen Moeldoko menunjukkan bahwa Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahannya takut dengan perkembangan yang terjadi saat ini di Indonesia, di mana orang-orang beragama. Islam telah bangkit dari tidur dalam hal politik. Terbukti saat ini terjadi gerakan masif # 2019GantiPresiden,” ujar Amirullah.

Oleh karena itu, pihaknya menyorotkan Istana Khusus Moeldoko untuk tidak ikut campur dalam kegiatan Islam di masjid. Karena itu adalah hak azasi manusia paling hakiki beragama.

“Dan selaku mantan relawan Jokowi, kami siap menderita saat intervensi terus dilakukan,” tegas Amirullah Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.