Marketing Brand Menggunakan User Generated Content

    0
    145

    Indopost.co. User-generated content merupakan salah satu alat dengan potensi marketing yang besar. Bahkan dalam banyak kasus, UGC bisa mendatangkan konversi lebih tinggi serta meningkatkan reputasi brand di mata pengguna. Mengapa user-generated content begitu efektif, dan bagaimana kita memanfaatkannya dalam marketing? Simak di bawah.

    Konsumen sudah bosan dengan iklan

    Mungkin ini terdengar lucu, tapi salah satu hal yang mendatangkan masalah bagi tenaga pemasaran di era modern adalah bahwa para konsumen sudah semakin pintar. Mereka sudah kenyang terpapar berbagai jenis iklan, mulai selebaran door-to-door hingga native ad.

    Akibatnya, konsumen semakin kebal terhadap iklan dan teknik-teknik pemasaran lama. Kita, sebagai pemilik brand, tak lagi cukup sekadar menggembar-gemborkan betapa bagus dan hebatnya produk kita. Mereka ingin sesuatu yang baru.

    Ada dua sifat yang sangat penting bagi konsumen masa kini, yaitu relevan dan autentik.

    Autentik artinya konsumen ingin bukti bahwa memang suatu produk benar-benar terpercaya, tidak hanya manis di bibir. Tapi autentik saja tidak cukup.
    Sebuah produk juga harus relevan, artinya sesuai dengan keinginan, kebutuhan, bahkan budaya mereka.

    Menariknya, perilaku konsumen juga berubah menjadi bukan sekadar pengguna. Ketika menemukan produk yang autentik dan relevan, mereka ingin diasosiasikan dengan brand tersebut. Mereka ingin terikat dengan suatu image, dan dengan senang hati akan membantu menyebarkan brand itu ke orang lain. Di sinilah user-generated content berperan.

    UGC untuk konten yang relevan dan autentik
    Seperti apa konten yang relevan dan autentik itu? Ini pertanyaan yang agak sulit dijawab, karena sifatnya sangat subjektif. Cara yang bisa kamu lakukan adalah: gunakan insting. Posisikan dirimu sebagai seorang konsumen, dan nilailah sendiri konten seperti apa yang akan membuatmu tertarik membeli suatu produk.

    Konten yang relevan dan autentik umumnya bukan datang dari pemilik brand, tapi datang dari sesama konsumen juga. Inilah mengapa konsumen lebih suka membaca review daripada percaya pada copy iklan. Tapi UGC tidak terbatas pada review. Pengguna bisa juga membuat post, mengunggah foto, bahkan membuat video.

    Tugasmu adalah mengubah konten buatan pengguna menjadi materi iklan. Daripada memajang tagline produk yang tidak bermakna, cobalah sesekali menggantinya dengan kutipan testimoni atau review pengguna. Foto terutama memiliki peran yang sangat penting, sebab post di media sosial yang dilengkapi foto akan memiliki tingkat engagement lebih tinggi daripada teks saja.

    Jangan sekali-kali mencoba memalsukan UGC. Ingat, konsumen sudah pintar. Mereka terpapar ratusan bahkan mungkin ribuan konten setiap harinya. Mudah saja bagi konsumen untuk mengidentifikasi mana UGC sungguhan dan mana konten iklan yang dipalsukan. Sesuatu yang autentik akan menumbuhkan rasa percaya. Hal sebaliknya akan merusak reputasi brand milikmu, dan percayalah, tidak mudah untuk memulihkannya lagi.

    Cara melakukan pemasaran dengan UGC
    Sebelum melakukan pemasaran dengan user-generated content, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan anggaran. Berapa besar bujetmu akan menentukan oportunitas UGC apa yang bisa kamu gunakan.

    Bila anggaranmu terbatas, kamu harus mencari konten secara manual. Telusuri media sosial, dan cari review atau foto yang bisa menunjang reputasi produkmu. Setelah itu kamu harus mengontak pemilik konten untuk meminta izin penggunaan konten tersebut.

    Meminta izin ini sifatnya wajib. Bila tidak, kamu bisa mengalami masalah hak cipta di masa depan. Berikan kompensasi bagi pemilik konten. Kamu bisa menawarkan uang, produk gratis, atau mungkin sekadar eksposur.

    Kamu dapat mengumpulkan UGC dalam jumlah besar dengan call-to-action yang mendorong pengguna untuk menciptakan konten, misalnya sayembara. Manfaatkan hashtag dan fitur media sosial lainnya dalam sayembara tersebut. Agar banyak peminat, tawarkan hadiah yang tidak hanya bagus, tapi juga “layak dipamerkan”.

    Bila kamu memiliki bujet lebih besar, kamu bisa memanfaatkan jalur-jalur lain yang lebih masif. Misalnya bekerja sama dengan agensi khusus UGC, atau menawarkan endorsement kepada figur publik populer. Influencer seperti YouTuber atau selebgram adalah pencipta UGC yang sangat efektif, karena sudah memiliki audiens dan tahu betul seperti apa konten yang diminati oleh audiens mereka.

    User-generated content adalah sesuatu yang selalu berubah. Kita tidak bisa memprediksi apakah suatu jenis konten akan tetap efektif di masa depan. Bisa saja muncul suatu tren baru di masa depan yang mengubah peta persebaran konten. Teruslah melakukan riset, memantau kompetitor, serta bereksperimen dengan jalur-jalur UGC baru.

    Cara apa pun yang kamu gunakan, pastikan bahwa konten selalu relevan terhadap minat serta budaya audiens targetmu. Konten juga harus selaras dengan identitas brand. Dengan konten yang relevan dan autentik, serta identitas kuat, brand milikmu akan tumbuh menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan konsumen. (Google Primer / Techinasia)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    24 + = 33

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.