Loyalis Anas Minta SBY Buka-Bukaan Soal Proyek E-KTP

0
134

Indopost.co – Mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Mirwan Amir kala itu pernah melakukan pertemuan saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden. Pada pertemuan itu disebutkan SBY memerintahkan supaya proyek E-KTP  tetap berjalan.

Menanggapi hal itu, Mantan politikus Partai Demokrat, Tridianto mengatakan, apabila pertemuan tersebut benar adanya. Maka SBY perlu membeberkan nama-nama yang ikut serta dalam pertemuan tersebut. Sehingga publik bisa mengetahuinya.

“Sebaiknya jika benar ada pertemuan itu dan Pak SYB yakin, ya disebutkan saja pertemuanya di mana, kapan dan yang hadir siapa saja, lalu membicarakan apa,” ujar Tridianto, Rabu (7/1).

Menurut Tridianto yang kini duduk sebagai ‎Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu, dirinya mendukung 1000 persen kepada mantan ketua umumnya, apabila berani mengungkap semuanya.

“SBY tidak perlu takut keadaan menjadi gaduh, kalau dia buka-bukaan. Justru agar isu keterlibatannya di kasus e-KTP itu tidak berkepanjangan. Ya, supaya tidak jadi teka teki dan digoreng jadi rumor dan fitnah,” katanya.

Menurut loyalis Anas Urbaningrum itu, masyarakat dan juga aparat keamanan tentunya menunggu SBY agar mau menyebutkan nama-nama yang ada dipertemuan bersama Mirwan Amir.

“Ayolah Pak SBY sebutkan nama-namanya. Pasti masyarakat dan aparat nunggu,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya, Mirwan mengaku apa yang ia ungkapkan di persidangan adalah fakta sebenarnya. Dia tidak punya maksud menyudutkan mantan ketua umumnya tersebut.

“Tidak ada maksud untuk memojokan pihak-pihak tertentu termasuk SBY,” ujar Mirwan dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (7/2).

Mirwan menegaskan, keterangan di Pengadilan Tipikor tidak terkait dengan urusan pihak-pihak tertentu ataupun yang lainnya. “Itu adalah keterangan pribadi saya di persidangan,” paparnya.

Sebelumnya, nama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul dipersidangan kasus proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto. Dia disebut-sebut memerintahkan agar proyek tersebut tetap berjalan.

Semula, mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir mengaku dirinya sempat menyarankan kepada SBY yang kala itu menjabat sebagai presiden, lebih baik proyek e-KTP tidak berlanjut.

Dia mengaku tidak memiliki kuasa untuk menghentikan proyek itu. Oleh karena itu, atas saran dari seorang pengusaha calon vendor e-KTP, Yusnan Solihin, Mirwan melaporkan hal tersebut kepada SBY.

Namun SBY tidak menyetujui usulan dari Mirwan Amir. Pria kelahiran Pacitan, Jawa Timur ini menginginkan supaya proyek e-KTP tetap dilanjutkan. Adapun dia mengaku melaporkan hal tersebut di kediaman SBY di Cikeas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 36 = 44

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.