Kisah WNI Tersesat 3 Bulan Di Hutan Belantara Kalimantan : Makan Ikan dan Daun

    0
    61

    INDOPOST.CO Holdi tak pernah berpikir akan mengalami insiden yang membuatnya harus bertahan hidup sendirian di tengah hutan.

    Namun akhirnya ia bisa terselamatkan dari dalam hutan lebat yang mencekam di pulau Kalimantan.

    Niatnya hanyalah ingin kembali ke rumah dari perantauan selama bekerja.

    Tetapi pandemi covid-19 ini merubah kehidupannya hingga membuatnya tersesat sendirian di tengah hutan belantara.

    Kejadian tersebut akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan olehnya.

    Holdi adalah satu-satunya warga negara Indonesia (WNI) yang dapat di temukan setelah nekat menyusuri hutan untuk bisa pulang ke tanah air.

    Ketiga temannya yang bersama-sama menyusuri hutan menyeberangi perbatasan Indonesia – Malaysia belum ditemukan sampai saat ini.

    Insiden tersesatnya Holdi bersama ketiga temannya bermula saat pandemi virus corona melanda Malaysia hingga membuat dia dan teman-teman sesama WNI dipecat dari tempat kerja.

    Lantaran tak bisa lagi mendapat pemasukan di negeri tetangga, ia pun bermaksud untuk pulang ke kampung halaman.

    Namun karena tak miliki biaya dan jalan normal ditutup oleh pemerintah, ia bersama kelima temannya sesama WNI berencana pulang jalan kaki pada bulan April lalu.

    Kelima WNI rekannya pulang itu antara lain, Rifki, Thamrin, Safari, Juli Hartono dan Junaidi.

    Perjalanan awalpun mulus sampai di saat mereka harus menyeberangi hutan belantara agar sampai ke kota paling dekat dengan perbatasan Malaysia – Indonesia.

    Di tengah hutan itulah ia tersesat bersama teman-teman dan persediaan makanan telah menipis.

    Lantaran tersesat, keenam WNI itupun memutuskan untuk berpisah menjadi dua kelompok agar bisa keluar dari hutan.

    Kelompok pertama, mereka yang memutuskan kembali ke Kota Kapit Serawak, Malaysia, yakni Rifki dan Thamrin.

    Kelompok kedua, kukuh melanjutkan perjalanan menuju Indonesia, kelompok kedua terdiri dari Holdi, Safari, Juli Hartono, dan Junaidi.

    Namun saat berada di perjalanan untuk keluar dari hutan tersebut, Holdi terpisah dari rombongan.

    Hingga akhirnya pada bulan Mei warga setempat menemukan dirinya yang sedang mencari ikan untuk menyambung hidup.

    Holdi pun di bawa oleh warga untuk ke kampung terdekat yakni Desa Tanjung Lasa.

    Melansir dari Kompas.com, Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan menjelaskan bahwa anak buahnya kini tengah berusaha untuk bisa menemukan tiga WNI yang masih tersesat di dalam hutan sejak April lalu itu.

    “Belum ditemukan. Mengingat luasnya wilayah hutan di perbatasan. Saat ini masih terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak teknis,” ungkap Gunawan. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    76 ÷ = 38

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.