Kenali 5 Penyebab oli Motor Cepat Habis

    0
    21

    INDOPOST.CO – Oli pada motor lebih cepat habis daripada biasanya. Segera cari tahu penyebabnya agar tidak terjadi kerusakan. Berikut 5 penyebab oli cepat habis :

    1. Seal Oli Bocor

    Kebocoran pada seal oli bisa disebabkan oleh pengisian oli yang melebihi kapasitas dan umur daru seal oli itu sendiri. Hal ini akan menyebabkan ‘oil up’, dimana oli meluber lewat lubang pernafasan ke filter udara dan ruang karburator. Oli yang terbakar di ruang pembakaran ini akan membuat knalpot mengeluarkan asap putih. Hal ini bisa menyebabkan kebocoran pada seal oli.

    Solusi untuk mengatasi kebocoran seal oli :

    Pemasangan seal oli harus benar dan tepat, agar soal oli memiliki daya cengkram yang kuat
    Sebelum dipasang, pastikan seal oli tidak penyok karena dapat merubah diameter seal oli.
    Pastikan jumlah oli yang dimasukkan sesuai dengan takaran yang sudah ditentukan. Hal ini berlaku untuk penggantian oli mesin, oli sokbeker serta transmisi.

    2. Oli Jarang Diganti
    Bila oli dipakai terus dalam jangka waktu yang lama, maka volume oli itu akan berkurang dikarenakan penguapan yang terjadi pada oli itu sendiri dibawah batas minimal. Disaat oli berada dibawah batas minimal, maka oli tidak dapat melindungi bagian – bagian mesin dengan maksimal dan dapat menyebabkan kerusakan yang cepat dan fatal pada komponen – komponen dalam motor.

    Kapan sebaiknya oli diganti ?

    Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dimana seluruh bagian – bagian mesin dapat terlindungi dengan sempurna, dianjurkan untuk mengganti oli setiap 2000 – 3000km pemakaian ( tergantung dari jarak tempuh itu sendiri ).

    3. Kekentalan Oli Atau SAE Yang Tidak Sesuai Dengan Spesifikasi Mesin

    Bila menggunakan oli yang lebih kental daripada yang direkomendasikan, maka motor akan terasa lebih berat. Bila oli yang digunakan lebih encer daripada yang direkomendasikan, maka motor akan terasa lebih ringan. Sebaiknya gunakan oli sesuai dengan spesifikasi motor atau standar dari pabrikan.

    Hal yang harus diperhatikan :

    Ada baiknya bila ingin mengisi oli, melihat buku pedoman terlebih dahulu untuk mengetahui jenis oli yang dibutuhkan oleh mesin motor anda.

    4. Piston Dan Ring Piston Aus

    Oli yang cepat habis bisa disebabkan oleh kerusakan pada ring piston. Komponen ini terletak di dalam mesin dan bisa mengalami kerusakan seperti tergores, aus, dan kotor. Kerapatan ring piston befungsi untuik mencegah terlalu banyaknya campuran bahan bakar udara yang masuk ke ruang oli. Bila ring piston aus, maka ring piston akan menjadi kendur dan udara akan masuk ke ruang oli, dan menyebabkan turunnya tekanan kompresi mesin. Hal ini juga akan menyebabkan motor mengeluarkan asap yang cukup banyak dan pastinya tidak ramah lingkungan yang menyebabkan oli tersebut terbakar dan oli menjadi lebih cepet habis.

    Solusi untuk ring piston rusak :

    Jika ring piston rusak, satu – satunya solusi yang dapat dilakukan adalah overhaul. Masalah ini bisa dihindari dengan cara melakukan perawatan yang rutin, khususnya yang terkait dengan oli mesin dan sistem pendinginan mesin (air radiator). Oli perlu diperiksa dan diganti secara rutin, dan jangan lupa menggunakan oli yang sesuai dengan tipe motor yang digunakan.

    5. Pemakaian Motor Yang Tidak Normal
    Mengendarai motor dengan ugal – ugalan bisa menyebabkan oli cepat habis. Mengendarai motor dengan full to full atau yang orang biasa sebut dengan gaspoll mentok terus, penggunaan throttle yang tidak beraturan , dan stop go juga bisa membuat oli menguap dan berkurang. Hal ini disebabkan oleh penggunaan motor yang kasar bisa membuat mesin menjadi cepat panas dan membuat oli cepat menguap.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    83 − 82 =

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.