Kelompok pemberontak Kurdi Tahan 1000 Warga Sipil

0
131

Indopost.co – Kelompok pemberontak Kurdi PYD/PKK yang sebelumnya membebaskan teroris Daesh (Islamic State) yang mereka tahan dengan syarat mau berperang melawan tentara Turki dan Tentara Pembebasan Syria (FSA) di wilayah Afrin dilaporkan menahan lebih dari 1.000 warga sipil.

Menurut sumber terpercaya Anadolu Agency di Afrin, Syria pada Kamis, (25/1), kelompok pemberontak Kurdi tersebut memenjarakan 1.000 warga sipil tak bersalah. Pemberontak Kurdi membuat kesepakatan dengan teroris Daesh untuk menggunakan mereka sebagai alat untuk melawan Operasi Ranting Zaitun di Afrin, wilayah Syria yang berbatasan dengan Turki.

Seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat, (26/1), PYD/PKK membatasi kebebasan warga sipil yang melarikan diri dari bentrokan antara kelompok oposisi Kurdi dan Arab. Menahan mereka di penjara-penjara di Kota Rajo dan Jinderes di sebelah barat Afrin, serta di sel-sel yang tersembunyi di bawah tanah.

Afrin

Afrin (Reuters)

Jumlah warga sipil yang ditahan tanpa tuduhan di penjara-penjara diperkirakan berjumlah .100 orang. Sebagian dari tahanan tersebut diberitahu mereka dihukum seumur hidup.

Sejumlah besar warga sipil yang kebanyakan orang Kurdi dan orang Arab dari Humus, Idlib, Aleppo, dan Afrin, menjadi sasaran penyiksaan oleh kelompok pemberontak Kurdi tersebut.

Di penjara-penjara tersebut, PYD/PKK menerapkan penyiksaan terberat kepada mantan anggota oposisi Kurdi.

Pengacara yang terlibat dalam kegiatan diplomasi kemanusiaan di Syria, Fahad Moosa mengatakan, mereka telah melakukan perundingan dengan kelompok pemberontak Kurdi tersebut sejak bulan April untuk membebaskan penduduk sipil yang ditahan tanpa tuduhan. Namun sejauh ini belum membuahkan hasil. “PYD/PKK tidak memberikan alasan penahanan,” katanya.

Moosa membenarkan kelompok pemberontak Kurdi tersebut menahan lebih dari 1.000 warga sipil yang tidak bersalah. Sebuah dokumen berisi rincian mengenai permasalahan tersebut telah diserahkan ke institusi PBB serta delegasi dan LSM yang berpartisipasi dalam Perundingan Astana.

Turki pada Sabtu lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk memberantas pemberontak Kurdi PYD/PKK, dan Daesh di Afrin, Syria.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 10 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.