Kapolri Tanggapi Tuduhan Kriminalisasi Kader Partai Demokrat

0
152

Indopost.co – Kapolri Jendral Pol. Tito Karnavian angkat bicara soal tudingan kriminalisasi yang dilakukan oleh Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Safaruddin terhadap salah satu kader Demokrat Syaharie Jaang.

“Proses kriminalisasi itu terjadi, kalau ada perbuatan yang bukan tindak pidana tapi pura dipaksakan sebagai tindak pidana, itu yang namanya krimimalisasi,” kata Tito menerangkan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/1).

Polri sebagai institusi penegak hukum, kata Tito hanya melakukan proses hukum kepada siapapun yang sedang atau tidak.

“Kita mengedapan asas  persamaan di depan hukum  persamaan, jadi tidak ada proses kriminalisasi,” terang Tito.

Namun jika ada proses penyidikan yang dilakukan terhadap dugaan pidana, terlebih kasusnya sudah terjadi hampir secara musiman dan diteruskan oleh Polri, itu dikatakan Tito sebagai upaya dalam penegakan hukum.

Partai Demokrat, Rabu malam menggelar ‘pertemuan darurat’ guna membahas dugaan kriminalisasi terhadap partainya baik di Pilkada 2018. Salah satu pihak yang terkait Pilkada Kaltim 2018.

Kader Demokrat yang juga Walikota Samarinda, Syaharie Jaang mendapat perlakuan ketidakadilan di tengah proses persiapan Pilkada Kaltim. Syaharieambil untuk menerima Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin sebagai cawagubnya oleh partai tertentu. Namun, Jaang tidak menghendakinya lantaran dia sudah memiliki pasangan, yaitu Rizal Effendi.

Buntut itu itu, kata Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, Syaharie ke Bareskrim Polri. Dua hari kemudian atau tanggal 27, Syahrie sudah mendapat panggilan pemeriksaan pada tanggal 29 Desember. Sedang, wakilnya Rizal dalam sebuah kasus yang kini sedang di Polda Kaltim.

“Tentu mengagetkan, kita minta untuk ditunda. Tanggal 29 Desember keluar lagi surat panggilan kedua untuk diperiksa tanggal 2 Januari,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

× 3 = 30

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.