Gara-Gara Mimpi Bertemu Gus Dur, Mantan Bendahara PBNU Dukung Khofifah

0
191

Indopost.co – Mantan Bendahara PBNU, Haji Masnuh kini lebih terbuka mendukung Khofifah Indar Parawansa sebagai gubernur Jawa Timur. Di dua gelaran Pilgub Jatim sebelumnya, pada 2008 dan 2013, salah satu mantan orang kepercayaan Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini hanya sebatas memberi dukungan. Kini dia akan all out memenangkan Khofifah.

Pengusaha kondang di Jawa Timur ini mengungkapkan alasannya mendukung Khofifah di 2018. Ini tak lepas dari pesan Gus Dur kepadanya saat masih menjabat sebagai Presiden RI. Testimoni Masnuh divideokan oleh tim pemenangan Khofifah-Emil Elestiantos Dardak.

Haji Nuk sapaan akrabnya menceritakan, pesan itu kembali terngiang di telinganya saat mengetahui Khofifah berniat kembali maju di Pilgub Jawa Timur 2018.

“Begini, sejak Gus Dur wafat (Desember 2009), saya tidak pernah bermimpi soal Gus Dur. Tapi tiba-tiba sekarang muncul (mimpi Gus Dur) tiap bulan. Meski (Gus Dur) tidak bicara apa-apa, saya terus mikir, mengingat-ingat,” kata Masnuh saat berbincang santai, Rabu (31/1).

Ternyata ada pesan Gus Dur yang belum dilaksanakan. Dengan logat khas Surabaya, Haji Nuk menceritakan kisahnya dengan Gus Dur.

“Terus saya ingat pesan Gus Dur waktu di Istana. Lebih-lebih Mbak Khofifah bilang mau ke rumah saya, tapi saya enggak mau, biar saya saja yang ke rumahnya,” ceritanya.

Bertemulah kedua santri Gus Dur (Masnuh dan Khofifah) ini dan terlibat obrolan di rumah Khofifah, Jalan Jemursari, Surabaya.

“Sampeyen kalau maju lagi wes tatak (mantab) tah? Khofifah menjawab ‘Sudah dua kali Pak Haji, sabarnya sudah habis. Setelah itu, sudah saatnya saya muncul dan mengajak teman-teman saya,” papar Masnuh.

Haji Nuk kembali menceritakan pesan Gus Dur kepada dirinya. Dia menceritakan, malam itu Gus Dur menerima tamu di Istana Negara. Mulai dari Alwi Shihab dan Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu masih menjabat Menko Polhukam.

Setelah ngobrol di ruang tengah Istana, Gus Dur tidur di sofa duduknya. Haji Nuk memijat kaki Gus Dur. Kira-kira pukul 23.00 WIB, Gus Dur terbangun.

“Ji. Dalem Gus. Rewangono (bantulah) Mbak khofifah, kalau manggil kan Mbak Khofifah. Mbak Khofifah iku satu-satunya Srikandi NU. Oh inggih (siap) Gus,” kata Haji Nuk menceritakan obrolannya dengan Gus Dur.

Saat itu dia tidak berani bertanya soal bantuan apa yang dimaksud Gus Dur untuk Khofifah.

“Saya tidak bisa membayangkan bantuan apa. Artinya (mungkin) kalau Mbak Khofifah itu ada kepentingan apa, disuruh bantu. Tapi sejauh itu, beliau belum pernah ngriwuki (ganggu) Gus Dur masalah uang sama sekali. Lha saya ini disuruh bantu yang mana? Apa masalah dana? Juga enggak, (Khofifah) enggak pernah minta-minta sama sekali.”

Waktu berlalu. Pada 2008, Khofifah maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jawa Timur. Haji Nuk ikut mendukung di luar lingkaran tanpa sepengetahuan Khofifah. 30 Desember 2009, Gus Dur wafat. Masnuh masih menyimpan rapat-rapat pesan Gus Dur.

Medio 2013, Khofifah kembali maju Pilgub Jawa Timur. Sikap Masnuh masih sama, membantu ketua umum PP Muslimat NU itu dengan caranya sendiri. Kemudian, menjelang Pilkada serentak 2018, tiba-tiba Masnuh mengaku diingatkan Gus Dur melalui mimpi.

“Nah setelah mimpi berkali-kali, saya menjabarkan arti mimpi itu sendiri. Entah benar atau tidak, wong saya bukan Gus Dur (sambil tertawa geli). Apa ini saya harus tampil?,” kata doa

Sembari memantapkan diri, Masnuh akhirnya memutuskan akan tampil habis-habisan untuk memenangkan pasangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jawa Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.