Foya-Foya Apel Kebangsaan 18 Milliar

0
40

INDOPOST.CO – Acara apel kebangsaan yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Minggu (17/3/2019), memicu kontroversi. Pangkal soalnya, acara itu memakan anggaran hingga Rp 18 miliar.

Peneliti dari Transparency International Indonesia (TII) Wawan Suyatmiko menilai besaran anggaran tersebut kelewat besar buat acara yang digelar sehari. Anggaran Rp18 miliar, kata dia, sebenarnya bisa digunakan untuk membangun sejumlah fasilitas.

“Tentunya tidak perlu [anggaran besar]. Coba kita komparasi anggaran Rp18 miliar itu setara dengan 36 ruang belajar baru. Atau uang Rp18 miliar itu setara dengan 18 faskes baru,” kata Wawan kepada reporter Tirto, Minggu siang.

Wawan menambahkan DPRD Jawa Tengah seharusnya tidak meloloskan usulan anggaran untuk apel kebangsaan itu. Artinya dewan pun ikut bertanggung jawab karena alokasi anggaran itu lolos.

Menurut Wawan, karena lelang jasa penyelenggaraan apel itu masuk dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), penganggarannya tentu telah melewati pembahasan antara eksekutif dan legislatif.

Proses penganggaran apel itu di APBD Jawa Tengah 2019, kata dia, seharusnya juga telah melewati musrenbang sampai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) yang melibatkan DPRD.

Oleh karena itu, Wawan berpendapat dalih DPRD Jawa Tengah tidak mengetahui penganggaran untuk apel kebangsaan itu janggal.

“Seharusnya DPRD sudah tahu dari awal, saat proses perencanaan dan penganggaran,” kata Wawan.

Dia mendesak DPRD maupun Pemprov Jawa Tengah transparan dan terbuka menjelaskan tahapan perencanaan dan pembahasan anggaran untuk apel tersebut.

“Jadi dua sisi harus seimbang, baik eksekutif dan legislatif kita dorong terbuka,” kata Wawan.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, Sriyanto Saputro mengatakan komisinya tak pernah mendapat informasi soal kegiatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemprov Jawa Tengah ini.

“Biasanya [acara] seperti itu jauh-jauh hari diusulkan, kemudian dibahas. Tapi entah ini karena saya enggak tahu atau bagaimana, bentuk kegiatan ini memang saya tidak tahu,” kata Sriyanto, Jumat (17/3/2019).

Ia juga mempersoalkan besaran anggaran yang dianggarkan sebesar Rp18 miliar. Angka tersebut terbilang besar buat acara yang sebatas selebrasi.

Selain anggaran, hal lain yang jadi soal adalah keberadaan surat edaran Sekretaris Daerah Jateng kepada ASN untuk menghadiri acara tersebut. Lelaki yang juga menjabat Sekretaris DPD Gerindra Jateng ini menyebut surat itu tak perlu ada jika memang acara tersebut untuk bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

÷ 2 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.