Faktor-Faktor Penentu Kecepatan Tertinggi MotoGP Setiap Musim

0
150

Indopost.co – Ada banyak faktor yang membuat motor untuk kelas MotoGP bisa melaju kencang. Selain kecanggihan produksi dari para pabrikan, kepiawaian pebalap yang menunggangi juga menjadi alasan.

Hingga musim balap 2017 itu, kecepatan motor untuk kelas MotoGP telah mengalami peningkatan pesat, terlebih semenjak perubahan regulasi dari motor bermesin 500cc yang saat ini digunakan, 1000cc.

Sejauh ini, kecepatan yang pernah dicapai pebalap MotoGP dibukukan Andrea Iannone saat masih membalap untuk tim Ducati.

Rekor tersebut dicatat Iannone saat melakoni balapan GP Italia pada musim 2016. Kala itu, Iannone memacu motornya hingga kecepatan maksimal 354,9 kilometer per jam (km/h).

Jika dibandingkan dengan edisi terakhir pada era mesin 500cc, ada peningkatan kecepatan motor sebesar 35 km/h. Padahal, grafik pertumbuhan kecepatan maksimal pebalap MotoGP tidak selalu naik.

Pada rentang musim 2004 hingga 2007 sempat terjadi tren penurunan kecepatan maksimal pada setiap musimnya.

Kemenangan Valentino Rossi bersama tim Yamaha yang tidak mengandalkan kecepatan telah menimbulkan tekanan tersendiri untuk membuat motor yang lebih mudah dikendarai.

Sedangkan dominasi Casey Stoner bersama motor cepat tim Ducati pada musim 2007 secara perlahan memudarkan tekanan tersebut, meski pada musim yang sama juga terjadi penurunan kecepatan akibat perubahan regulasi.

Pada tahun tersebut, pebalap MotoGP menggunakan motor bermesin 800cc setelah pada musim sebelumnya mengendarai motor 990cc.

Sejak saat itu, ditambah dengan era motor 1000cc per musim 2012, kecepatan maksimal motor terus meningkat.

Dikutip dari Crash, kecepatan motor MotoGP diperkirakan akan menyentuh angka 360 km / jam pada musim 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

72 ÷ 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.