Fadhil Yahudza Hafidz Quran Mata-Mata Zionis Yahudi

    0
    96

    Indopost.co – Namanya Fadhil Yahudza, tokoh mata-mata Zionis yang hafidz Quran.

    Dia hijrah dari Yaman ke Palestina tahun 1946, kemudian direkrut oleh dinas intelijen Yahudi zionis untuk menjadi staf di sana, guna mempersiapkan peperangan yang disiapkan oleh gerakan Zionis sebagai langkah pertama untuk mendirikan Negara Zionis Tahun 1948.

    Dia sengaja menjadikan Islam sebagai kamuflase untuk merahasiakan pekerjaannya, yang bekerja untuk Mossad. Untuk itu dia sengaja menghafal Quran seluruhnya mempelajari tafsirnya, belajar ilmu-ilmu Alquran bahkan tidak hanya itu, dia cukup sering menjadi imam salat di Masjidil Haram Al Aqsa.

    Di sebuah masjid Khan Yunis, dia secara khusus menggunakan sebagian besar waktunya untuk membaca Alquran, menegakkan salat, memberi mauidzoh hasanah kepada umat manusia dan menerangkan kepada mereka tentang agama Islam dan kehidupan dunia secara Islam sesuai dengan syariah Islam. Maka ia dicintai oleh orang-orang di sana. Mereka pun percaya dan mereka sering mengaji mengambil ilmu darinya.

    Di pihak lain Fadhil mengadakan ikatan hubungan yang kuat dengan para Mujahidin Palestina dia mendukung mereka bahkan mendoakan agar sukses melawan Zionis Yahudi, sungguh dia telah memperlihatkan kemunafikannya yang total. Yaitu ketika Brigade Ikhwanul Muslimin di bawah pimpinan Abdul Aziz AsySyahid datang ke Khan Yunis Tahun 1948, saat itu dia terus menerus membaca Alquran mendoakan mereka semoga memperoleh kemenangan bahkan berulang-ulang mengucapkan takbir Allahuakbar Allahuakbar.

    Tatkala pecah perang antara pasukan Arab dan zionis Yahudi pada bulan Mei 1948 dia menjalin hubungan dengan angkatan bersenjata Mesir yang ikut berperang mendukung pasukan Arab. Dia mencoba mendekati pimpinannya, seorang pahlawan yang hebat Ahmad Abdul Aziz dan wakilnya yaitu Kamaludin Husein, salah seorang anggota perwira merdeka, setelah itu, dan merupakan salah satu tokoh revolusi Mesir 23 Juli 1952.

    Dinas intelijen Mesir mulai menyertai Angkatan Bersenjata Mesir di kota Khan Yunis dan terus mengawasi Fadil karena di jam-jam tertentu dia hilang tak tentu rimbanya yaitu pada tengah malam.

    Hasil penyelidikan ini akhirnya terbuka dan kedok si Fadhil diketahui bahwa dia telah membocorkan rahasia kekuatan Al Ikhwan Al-Muslimun Mesir kepada pihak Zionis Yahudi.

    Suatu hari di saat jam gencatan senjata yang disepakati antara militer zionis Yahudi dan Mesir, pihak militer zionis meminta beberapa macam obat kepada pihak militer Mesir yang sangat diperlukan untuk mengobati seorang perwira Yahudi yang luka serius melukai lututnya, memang ini kebiasaan yang biasa terjadi di medan perang.

    Pihak militer Mesir setuju dan mengirim salah seorang dokter militer kepada pihak tentara Yahudi dengan membawa obat-obatan yang diperlukannya untuk mengobati perwira Yahudi. Sebenarnya maksud tujuan kedatangan perwira Mesir ini adalah untuk mengumpulkan informasi secara cepat yang bisa ia lihat di camp musuh yaitu camp Zionis yahudi.
    Nasib jelek menimpa Fadil Yahuda, karena ketika dia sedang menyampaikan informasi tentang kekuatan Mesir ke pihak Zionis pada malam hari Ia sempat dilihat oleh mata kepala sendiri seorang perwira dokter Mesir, disaksikan pula perilakunya yang penuh pura-pura.

    Ketika perwira dokter Mesir pulang kembali ke basecampnya sendiri, ia kabarkan keberadaan si Fadhil Yahudza di camp Yahudi itu.
    Sebenarnya sudah beredar berita tentang si Fadhil bahwa dia adalah mata-mata zionis di dalam kekuatan militer Mesir.
    Selanjutnya si Fadhil kemudian bersembunyi dan tidak mau lagi menjadi imam salat tentara tentara Mesir. Saat itu salah seorang tentara Mesir berhasil menyelinap secara rahasia masuk ke camp tentara Yahudi untuk menculik Fadhil.

    Tentara Mesir tersebut berhasil menculik Fadhil, kemudian menutup mulutnya dengan kuat, sehingga dia tidak bisa berteriak utk memberitahu dan minta pertolongan kepada pihak Zionis akan adanya seorang tentara Mesir yang menculiknya. Kemudian Ia disidang di depan komisi hukum Mesir berjumlah 3 orang. Keputusannya adalah hukum mati dengan ditembak. Eksekusi langsung dilaksanakan setelah keluar putusan ini tanpa ditunda tunda.

    Saat itu juga, tentara Mesir yang berhasil menculik si Fadhil, kemudian membawa mayatnya malam itu juga dan menyusupkannya ke camp Yahudi dan meninggalkan mayat Si Fadhil disana. Fadhil beragama Yahudi, ia telah mengaku-ngaku Islam, hafal AlQuran dan rajin membacanya dan berkesempatan menjadi imam salat.

    Berapa banyak Yahudi pada hari ini yang membaca Alquran, menjadi imam salat orang-orang muslim dan ternyata dia tentara tentara bayangan dan merupakan tentara-tentara Maya yang kita anggap sebagai tokoh ilmuwan padahal sebenarnya dia adalah ‘Fadhil Yahudza’ dalam bentuk baru.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    81 − 74 =

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.