Disdik Jelaskan Polemik Investasi Walimurid SMP 6 Ponorogo

0
191

Indopost.co – Polemik penarikan sumbangan wali murid di lingkup SMPN 6 Ponorogo mungkin segera berakhir. Ini setelah Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo memberi lampu hijau penarikan sumbangan yang diberi nama dana investasi.

‘’Tidak ada yang salah dari dana investasi. Memang diperbolehkan dan ada dasar aturannya,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Dindik Ponorogo, Rudi Hantoro.

Aturannya, kata dia, sudah lengkap. Mulai Perbup Nomor 31/2015 tentang pendanaan pendidikan dan Perbup Nomor 54/2016 tentang dana pendamping operasional sekolah dan sumbangan sukarela masyarakat, serta Perda Nomor 3/2013.

Mekanismenya diatur dalam Permendikbud Nomor 75/2016 tentang komite sekolah. Tak heran jika sekolah meminta sumbangan ke wali murid. Namun yang jadi masalah, jika praktiknya terjadi kesalah pahaman antara sumbangan dan tarikan atau iuran.

‘’Pihak sekolah tidak diperkenankan menentukan besarannya karena hanya bersifat sumbangan. Diluar itu (tarikan atau iuran) tidak diperbolehkan,’’ tegasnya.

Pihaknya menyilakan wali murid melapor jika menemukan praktik tarikan atau iuran yng dirasa melabrak aturan yang berlaku. Sebaliknya, jika sumbangan dilaksanakan sesuai aturan, tidak dapat dilarang.

Rudi tak membantah beberapa wali murid melaporkan soal tarikan dana investasi di sejumlah sekolah. Tidak hanya SMPN 6 Ponorogo.

Tapi dia memastikan tidak ada yang salah dari tarikan sumbangan yang dilakukan sekolah. Pun, sudah atas persetujuan Dindik. Rudi menyebut besaran kebutuhan sekolah yang ditawarkan ke wali murid masih dalam batas wajar.

‘’Jika rancangan anggaran terlalu besar tentu kami tolak. Kami juga menekankan tidak boleh ada pemaksaan,’’ tuturnya sembari menyebut pelajar kurang mampu wajib dibebaskan dari tarikan dana.

Masalah membesar lantaran adanya salah persepsi soal dana investasi. Rudi menyebut investasi di dunia pendidikan berbeda dengan dunia industri. Hasil investasi dunia pendidikan dirasakan anak didik.

Mulai untuk kenyaman belajar di sekolah, kelengkapan sarana dan prasarana, hingga diharapkan menghasilkan siswa berprestasi.

‘’Hasil investasi di dunia pendidikan lebih kepada ilmu yang didapat anak-anak. Bukan materi,’’ jelasnya.

Terkait pelaksanaan dana investasi dalam tahun ajaran berjalan disebutnya bukan masalah. Sebab, tidak ada dasar aturan yang mengharuskan sebelum tahun ajaran dimulai. Selain itu, penyusunan tidak mungkin dilakukan sebelum tahun ajaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

÷ 2 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.