Dapat Bisikan Gaib, 6 Orang Nekat Dan Tersesat Mendaki Gunung Agung

0
99

Indopost.co – Ternyata masih ada orang yang nekad selamat Gunung Agung dalam kondisi status awas. Kali ini ada 6 orang pendaki diamankan tim Pasebaya ‘Gumi Lahar’ Karangasem.

Keenam pendaki ini bisa pawisik alias bisikan religius untuk membimbing. Sayangnya pawisik yang diterimanya dah buat mereka tersesat saat melakukan pendakian di gunung berketinggian 3142 meter DPL ini.

“Mereka tidak berhasil sampai puncak. Tersesat saat di tengah pendakian, semuanya selamat saat kita evakuasi,” jelas relawan Pasebaya Agung, Rabu (10/1).

Keenam pendaki masing-masing I Made Suarjaya (41) asal Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabran (48) warga asal Desa Cempaga, Bangli, Tomi Azdi Marta (21) dan Sunarmi (43) perempuan, asal Desa Cukuroondang, Kecamatan Grati , Pasuruan, Jawa Timur, I Kadek Agus Setiawan (33) warga beralamat di Jalan Mertayasa, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, dan I Made Suarta alias Kanjeng Prabu Wiranegara alias Morgan (55) asal Banjar Legian Tengah, Kuta Utara.

Dari keterangannya, mereka berangkat naik lewat jalur lewat Pura Pasar Agung Besakih. Untuk mengelabui warga dan petugas mereka terjaga adat dan bawa canang atau sesaji dengan alasan mau melakukan persembahyangan di Pura Pasar Agung.

Lantas mereka ganti pakaian adat dan menaruhnya di dalam mobil untuk kemudian berjalan kaki naik ke puncak sekitar pukul 22.00 Wita.

Keberadaan mereka diketahui Pasebaya Agung Karangasem setelah melihat mobil terparkir di areal Pura Pasar Agung. Setelah dicek di dalam mobil ada barang pakaian adat dan sarana persembahyangan.

“Kami sampai tidak tidur semalaman untuk mengawasi keenam pendaki itu Kami pantau dari cahaya senter yang bergerak naik ke arah puncak,” ucap Ketua Pasebaya Agung, I Gede Pawana.

Dari pengamatan pergerakan cahaya senter termasuk jumlah senter yang menyala, berikanlah empati mereka tidak sampai di Puncak lantaran ada empat cahaya senter terpantau kembali bergerak turun setelah sampai di bagian atas areal vegetasi.

Sementara dua cahaya senter lainnya yang menandakan ada dua pendaki terpantau terus naik menuju ke puncak kendati menjelang tengah malam kedua cahaya senter itu kembali bergerak turun sebelum kemudian tidak terpantau lagi.

“Kita bersama para relawan tentunya menuju keenam pendaki itu sampai subuh. Dan dari awal sebenarnya kita sudah menduga kalau mereka tersesat. Karena dari cahaya senter yang kita pantau terus bolak balik di sekitar satu titik saja,” sebut Gede Pawana.

Begitu matahari terbit, langsung berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil Selat sebelum kemudian berangkat bersama untuk mengevakuasi keenam pendaki tersebut.

“Kami terjunkan tiga tim, keenam pendaki itu kita temukan di sisi barat diatas Pura Pasar Agung di ketinggian 2300 MDPL,” beber Pawana yang juga Perbekel Duda Timur ini.

Saat ditemukan keenam pendaki itu tampak penuh akibat kedinginan dan kehabisan logistik. Nampak demikian seorang bernama Morgan terlihat lemas dan stip pingsan.

“Medan sangat sulit karena mereka lewat bukan jalur pendakian. Syukurlah keenam pendaki itu bisa kita evakuasi ke tamaniran Pura Pasar Agung dengan selamat,” tandasnya.

Di hadapan petugas mereka karena ajakan dari Kanjeng Parabu Wiranegara yang dikenal dengan nama Morgan di Legian dan hukum penekun salah satu aliran siritual.

Dengan berdalih mendapat pawisik ia mengajak pengaut untuk menuju ke Gunung Agung.

“Saya enggak ngerti pak, saya tidak ingin naik tapi saya dipungut oleh Kanjeng Parabu. Saya tidak kenal dengan saya saya ikut kesini karena anak saya yang nganter,” ungkap Sunarmi yang mengaku bekerja sebagai tukang pijit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

92 − = 91

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.