Cerita Mistis Tentang Asal Mula Tanjakan Maut Emen

0
289

Indopost.co – Bus Pariwisata terguling di Tanjakan Emen, Subang menyebabkan 15 orang mati.

Kecelakaan Terjadi pada Sabtu (20/10/2018) pukul 17.00 WIB.
Namun, kecelakaan itu bukan yang pertama kali.

Kecelakaan maut pernah menimpa bus rombongan siswa SMA Al Huda Cengkareng, Jakarta Barat, di tanjakan Emen, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Selasa (17/6/2014) malam sekitar pukul 18.00 WIB.

Percaya atau tidak, ada cerita misteri berbau mistik terkait Tanjakan Emen yang persisnya terbentang sebelum jalan menuju pintu benda wisata air panas Ciater tersebut.

Dadan Wahyudin, pengguna Kompasiana, pernah berkualifikasi asal usul ruas Jalan Raya Bandung-Subang ini lebih beken disebut “Tanjakan Emen.”

“Kata cerita di kalangan warga, alkisah Emen kenal sopir pemberani. Emen mengemudikan oplet jurusan Bandung-Subang. Ia terbunuh di daerah itu saat mengangkut ikan asin dari Ciroyom Bandung menuju Subang, tahun 1964,” tulis Dadan di Kompasiana.com, 1 Agustus 2010 silam

Kala itu, tutur Dadan dalam tulisannya berjudul “Melewati Legenda Tanjakan Emen, Ciater Subang”, kendaraan yang disopiri Emen terbalik dan terbakar.

Nahas bagi Emen, dia terbunuh hidup-hidup sampai mati.

Konon, saat itu, Emen dikenal sebagai satu-satunya sopir yang berani mengemudikan kendaraan pada malam hari.

“Setelah kejadian itu, warga sekitar saya prihatin arwah Emen bergentayangan dan mengganggu para pengemudi yang berani melintas di daerah tersebut, pada malam hari. Kejadian rem blong, bus tergelincir dan kendaraan terperosok kerap hal di jalur ini,” tuturnya.

Tak sedikit pula, sambungnya, terjadi peristiwa aneh seperti kendaraan tiba-tiba mogok, sopir atau penumpang kendaraan kesurupan saat menjaga  Tanjakan Emen .

Versi lain tentang asal usul “Tanjakan Emen” sebutan, nama yang mulai melekat saat ada seseorang bernama Emen menjadi korban tabrak lari di daerah itu.

Kemudian, mayat korban disolong di rimbun pepohonan sekitar tanjakan tersebut.

Tak tau kapan terjadi kejadian tabrak lari tersebut.

Namun, sejak saat itu, arwah Emenercaya bergentayangan menuntut balas.

Meski memiliki dua versi, tapi menurut kepercayaan warga lokal, agar tak “diganggu”, para pengemudi biasanya sebarang rokok dan hasil ke pinggir jalan.

Itu sebagai simbol memberikan rokok kepada arwah Emen.

Konon, dulunya, Emen amat gandrung merokok saat mengemudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + = 29

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.