Asal Muasal Tanjakan Emen Versi Anak Emen

0
171

Indopost.co – Kecelakaan di Tanjakan Emen Jalan Raya Bandung- Subang, Kampung Cicenang, Ciater Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018) pukul 17.00 WIB menguak kembali tentang asal muasal tanjakan Emen.

Kondisi Tanjakan Emen sepanjang 2-3 km ini sangat ekstrim, memiliki kemiringan 40-50 derajat dan memiliki tikungan – tikungan tajam, hal ini tentunya akan menyulitkan bagi yang kurang piawai memegang kemudi.

Cerita dimulai pada tahun 1964 oplet yang dikendarai Emen kecelakaan dan bakar.

Banyak orang mengatakan Emen meninggal di tempat kejadian dan sejak saat itu semakin sering terjadi kecelakaan di sana.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan banyak pengendara yang percaya dengan melempar koin, rokok atau klakson maka mereka akan terhindar dari bahaya saat lewat tanjakan Emen.

Berdasarkan hasil penelusuran sampai ke keagenan Emen dapat diketahui ternyata versi yang terakhir yang mendekat.

Wahyu, pria yang mengaku anak dari Emen membenarkan kejadian itu.

Namun, ia menepis berbagai kejadian kecelakaan yang ada di sana diakibatkan arwah Emen yang gentayangan.

“Lagi pula waktu itu bapak saya tidak ada di sana, tapi di Rumah Sakit Ranca Badak,” kata Wahyu yang juga berprofesi sebagai sopir angkot di daerah Lembang.

“Waktu itu saya kira kira-kira 8 tahun. Bapak saya memang sopir oplet Subang-Bandung, saat itu kemungkinan remnya blong, lalu opletnya nabrak tebing, malah kebanjiran.

Seingat saya cuma 2 orang yang selamat waktu itu, “lanjutnya.
Setelah wafat di Rumah Sakit kemudian jenazah Emen dimakamkan di pemakaman umum di daerah Jayagiri, Lembang.

Di balik mitos yang berseliweran itu, yaitu jika kondisi Tanjakan Emen memang rawan terjadi kecelakaan.

Untuk itu, pasang setiap pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati dan jangan lupa di tempat tidur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

34 − = 31

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.