Arema FC, Bali United, Borneo FC, Persija Jakarta DiSebut Terlibat Pengaturan Skor

0
79

INDOPOST.CO – Klub-klub papan atas di Liga I mulai disebut-sebut ikut terlibat dalam pengaturan skor.

Hal tersebut terungkap dalam acara Mata Najwa bertajuk ‘PSSI Bisa Apa Jilid 4’, Rabu (20/2/2019) malam.

Sebut saja Arema FC, Bali United, Borneo FC, bahkan klub juara Liga 1 musim lalu, Persija Jakarta.

Dalam acara Mata Najwa tersebut, sosok narasumber yang disamarkan identitasnya menyebut bahwa hampir semua pertandingan di Liga 1 sudah diatur.

“Pertandingan di Liga 1 sudah banyak diatur, setiap pertandingan, meskipun beberapa klub tidak bermain.” ujar sang narasumber dikutip Tribunnews dari Matanajwa.

Sang narasumber juga menyebut bahwa perangkat pertandingan sudah dijanjikan nominal tertentu dan hingga komite wasit ikut serta.

“Perangkat pertandingan datang kalau menang dijanjikan sekian dan semua wasit melakukan pengaturan, mereka berasal dari penugasan dari komite wasit, kalau menang dapat sekian.” ujar Narasumber.

Ia juga menyebut inisial yang membantu pengaturan skor di tingkat komite wasit. “Inisial nk komite wasit dan mungkin Exco,”

Sang narasumber juga menyebut pertandingan antara Arema FC menghadapi Borneo FC di Liga 1 2018 telah diatur sebelumnya.

“Memerintahkan supaya Arema menang kepada wasit, Rp 20-25 juta, dibagi bersama perangkat,” ujar sang Narasumber.

Selain Arema FC menghadapi Borneo, laga antara Borneo FC menghadapi PSM Makassar juga telah diatur.

“Pertandingan Borneo FC melawan PSM Makassar, diharuskan supaya Borneo menang, Exco yang menang, YN. Skor waktu itu menang PSM, Imbalan Rp 70 Juta.”

“Bali United menghadapi Persela Lamongan, YT yang memesan pertandingan supaya Bali United menang dengan Rp 40 juta sebagai imbalan,”

“Setiap pertandingan Bali United pasti ngasih 40 juta ke perangkat pertandingan,”

Ketika disinggung mengenai Persija menghadapi Mitra Kukar, narasumber yakin bahwa pertandingan telah diatur.

Laga tersebut merupakan pertandingan terakhir Liga 1 2018. Persija pun menang sekaligus memastikan gelar juara. 

“Persija yang mengeluarkan uang, karena banyak hal-hal yang berbau kontroversial dan pelanggaran,” ujar narasumber.

Selain liga 1, perebutan peringkat tiga Liga 2 untuk promosi ke Liga 1 juga telah diatur sebelumnya.

“Persita Tangerang lawan kalteng putra, salah satu staf perwasitan ML, dengan perangkat menemui IB ditemui di apartemen daerah Kuningan. Di apartemen IB memberi uang ke ML sekitar 100 Juta.” ujar sang Narasumber.

Apabila wasit “nurut” maka diberikan banyak penugasan “Mereka harus nurut sama IB, JR, karena mereka petinggi Exco, hampir semua wasit pasti nurut dan tidak ada yang berani melawan,” ujar narasumber.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

30 ÷ = 5

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.