Aplikasi Pesan Media Komunikasi Menggerakan Massa Aksi Unjuk Rasa Hongkong

0
122

INDOPOST.CO – Di dalam sebuah ruangan kecil di pinggiran kompleks bangunan, seorang pengunjuk rasa Hong Kong duduk.

Pada laptopnya, Tony (bukan nama sebenarnya) mengamati sejumlah kelompok pengguna aplikasi atau app pesan pribadi Telegram dan berbagai forum online.

Para penyelengara demonstrasi mengatakan relawan seperti Tony mengelola sejumlah grup Telegram yang menggerakkan protes Hong Kong dan menjadikannya sebagai sebuah kampanye pembangkangan sipil.

Mereka mengatakan lebih dari dua juta orang turun ke jalan dalam beberapa minggu terakhir untuk menyatakan perlawanan terhadap rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi kontroversial.

Hong Kong mengalami serangkaian unjuk rasa massal menentang usulan RUU, yang para pengecamnya khawatir peraturan ini dapat mengakhiri kemandirian peradilan di Hong Kong.

Pemberian suara

Banyak desakan indentitas pengunjuk rasa dilakukan secara anonim pada papan pesan dan grup chat lewat app pesan terenkripsi.

Sejumlah kelompok memiliki sampai 70.000 pemakai aktif yang berarti mewakili 1% penduduk Hong Kong.

Banyak orang memberikan laporan pandangan pertama atau perkembangan keadaan terbaru terkait dengan unjuk rasa, sementara yang lainnya memberikan informasi tentang kegiatan polisi.

Terdapat juga kelompok yang lebih kecil terdiri dari pengacara dan regu penyelamat darurat dan medis. Mereka memberikan masukan hukum dan memberikan berbagai jenis pasokan kepada demonstran di garis depan.

Para pengunjuk rasa mengatakan koordinasi di internet memberikan cara yang lebih cepat dan mudah bagi penyebaran informasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

× 9 = 90

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.