Aliran Sesat Tahjul Khalwatiyah Mengaku Khalifah Dan Miliki Harta Karun Sukarno

0
129

Indopost.co –  Mobil pengikut aliran Tahjul Khalwatiyah dirusak oleh warga Dusun Buttale’leng, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Jumat (29/12).

Mobil ini jadi sasaran amuk warga yang ada sekitar 500-an orang karena menilai pengikut aliran Tahjul Khalwatiyah , sesat.

Aliran Tahjul Khalwatiyah dipimpin Bu’Nur (30). Ia yang mengaku khalifah bersama 13 orang lainnya tidak mau turun dari rumah panggung, rumah warga salah seorang pengikut aliran saat ini dikepung.

Jeneponto segera tiba di lokasi. Meski mobil sudah terlanjur rusak, namun jiwa belasan pengikut aliran yang dibawa Bu’Nur asal Kabupaten Gowa itu berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Mapolres Jeneponto yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari Dusun Buttale’leng.

Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto menjelaskan, sebenarnya aliran Tajhul Khalwatiyah yang dibawa Bu’Nur dari Gowa ini sudah ditetapkan oleh MUI Gowa sebagai aliran sesat. Kemudian yang terkait dengan aliran ini masuk ke Kabupaten Jeneponto sejak 6 bulan lalu dan ke beberapa titik dusun-dusun di pelosok Kabupaten Jeneponto termasuk di Dusun Buttale’leng.

Kata, kata Hery Susanto, isi pengikut aliran Tahjul Khalwatiyah ini masih diterima baik oleh warga desa karena masih bergabung salat fadhu dan salat Jumat di masjid. Namun lama-kelamaan pengikut yang sekitar 50-an orang itu rahasia diri. Mereka kerap camping dan salat sembunyi-sembunyi di rumah warga pengikutnya.

Dari keterangan warga, cara salat pengikut Tahjul Khalwatiyah itu berbeda dengan umat Islam pada umumnya. Tiap gerakan salatnya sangat cepat. Mewajibkan salat Jumat bagi perempuan dan bagi yang menjadi pengikuti diiming-imingkan harta karun Soeharto oleh Bu’Nur yang mengaku sebagai khalifah. Karena di desa rata-rata petani miskin, mereka mudah tergiur iming-iming dan akhirnya memilih jadi pengikut aliran tersebut.

Ironisnya, tambah Hery Susanto, setelah dinyatakan aliran sesat di kampungnya sendiri, Bu’Nur ini kemudian bergeser ke Kabupaten Jeneponto bahkan termasuk di Kabupaten Takalar yang tidak jauh dari Kabupaten Gowa. Yang disasar adalah warga di pelosok-pelosok desa. Oleh MUI Jeneponto sendiri, tambahnya, juga telah keluarkan keputusan bahwa aliran tersebut adalah sesat.

“Saat warga pengikut ini mulai menutup diri dan memisahkan diri, akhirnya memuncaklah amarah warga Jumat kemarin. Mereka merasa telah sembuh dengan saudara-saudaranya sendiri. Saat warga sudah pulang Sholat Jumat dan menemukan pengikut aliran Tahjul Kalwatiyah itu Sholat Jumat sendiri secara sembunyi-sembunyi di rumah warga akhirnya rumah itu dikepung. Dipaksa turun dari rumah namun tidak juga turun mobil yang satu ini yang dihancurkan, “kata AKBP Hery Susanto saat ini, Sabtu (30/12).

Bu’Nur dan pengikutnya ini kemudian dievakuasi ke Mapolres Jeneponto. Mereka kemudian diberi pengarahan, mengambil keterangannya dan diketemukan di kampungnya di Kabupaten Gowa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.