Adhyaksa : Pak Menpora Sibuk Tidak Sempat Baca Klarifikasi Saya

0
257

Indopost.co – Dugaan keterlibatan Menteri Pemuda dan Olahraga era Susilo Bambang Yudhoyono, Adhyaksa Dault di dalam organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berdampak pada organisasi Pramuka.

Adhyaksa yang kini menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka khawatir karena imbas isu tersebut anggaran tetap tidak akan dibuka untuk kegiatan Pramuka.

Karena itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memanggil Adhyaksa Dault untuk meminta keterangannya atas kehadiran di acara organisasi HTI pada tahun 2013. Sementara itu Adhyaksa menduga Menpora Imam Nahrawi belum sempat membaca surat klarifikasi bantahan Adhyaksa soal HTI.

“Pak Imam Nahrawi mungkin juga tak mengikuti klarifikasi terbuka saya kepada umum yang sudah hampir dua bulan lalu diviralkan,” kata Adhyaksa dalam keterangan tertulis, Senin (24/7).

Adhyaksa menduga Imam Nahrawi sebagai pejabat negara pasti sibuk dan belum sempat membaca suratnya. Adhyaksa siap jika harus menjelaskan panjang lebar secara langsung.

“Pak Imam Nahrawi adalah Menpora, saya mengerti kesibukannya sebagai pejabat tinggi negara, beliau orang terpandang di negeri ini, sehingga mungkin menurutnya seharusnya saya menghadap beliau secara khusus dan langsung menjelaskan panjang lebar dan minta restu dan maaf padanya,” paparnya.

Adhyaksa menambahkan jika itu yang diinginkan pemerintah, maka demi kepentingan Gerakan Pramuka, Adhyaksa siap menghadap. Pasalnya, Adhyaksa mengaku terpecah konsentrasinya dengan kegiatan Raimuna Nasional akan yang akan diikuti 15 ribu orang pada Agustus mendatang.

“Saya siap menghadap jika diminta menghadap olehnya (Menpora), agar kegiatan Raimuna Nasional yang akan dihadiri oleh 15 000 pramuka penegak dan pandega yang akan hadir di Jakarta 3 minggu lagi bisa terlaksana, dan juga tak dicampuradukkan lagi berlarut larut antara kepentingan Pramuka dengan hal pribadi,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 6 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.