Ada Apa Dibalik Bencana Gempa Bumi?

0
266

Indopost.co – Selasa, 23 -01- 2018 orang-oranf yang tinggal di wilayah jabodetabek dan Banten geger. Sebuah gempa skala 6,4 SR berpusat di Lebak Banten membuat tanah bergetar cukup keras. Dilaporkan terdapat beberapa bangunan rusak dan jalan retak-retak namun belum ada laporan korban jiwa.

Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang wajar terjadi. Peristiwa ini merupakan peringatan rahmat Allah atas kita semua, untuk menakut-nakuti manusia, supaya mereka mau kembali kepadaNya, mau memohon ampun kepadaNya, mau meninggalkan dosa-dosa mereka. Allah berfirman:

(وما نرسل بالآيات إلا تخويفا) الإسراء : 59

“Tidaklah Kami mengirim tanda-tanda kekuasaan Kami kecuali untuk menakut-nakuti”.(AlQuran surah Al Israa’ 59)

Berkata Qatadah:

وإن الله يخوّف الناس بما شاء من آية لعلهم يعتبرون، أو يذكرون، أو يرجعون، ذُكر لنا أن الكوفة رجفت على عهد ابن مسعود، فقال: يأيها الناس إن ربكم يستعتبكم فأعتبوه.

“Sesungguhnya Allah menakut-nakuti manusia dengan apa yang Dia kehendaki dari tanda-tanda kekuasaanNya, supaya mereka mengambil pelajaran, atau mengingat Allah, atau kembali kepadaNya, telah diceritakan kepada kami bahwa kota Kufah telah terjadi gempa di zaman Abdullah bin Mas’ud maka beliau berkata: Wahai manusia sesungguhnya Allah menginginkan kalian untuk kembali maka kembalilah kepadaNya”.

(Diriwayatkan oleh Ath-Thabary dalam tafsirnya 17/478)

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:

أذن الله سبحانه لها في الأحيان بالتنفس فتحدث فيها الزلازل العظام فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم

“Dan terkadang Allah Subhanahu mengizinkan bumi untuk bernafas maka terjadilah gempa bumi yang dasyat, sehingga hamba-hamba Allah ketakutan dan mau kembali kepadaNya, meninggalkan kemaksiatan dan merendahkan diri dihadapanNya”.

(Miftah Daris Sa’adah 1/221)

*Perbanyak istighfar mohon ampunan Allah*

firman Allah :

وَمَا كَانَ اللّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. ( Qs Al Anfal : 33 )

Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika menafsirkan ayat di atas :

كان فيهم أمانان النبي صلى الله عليه وسلم والاستغفار فذهب النبي صلى الله عليه وسلم وبقي الاستغفار

“ Dulu para sahabat mempunyai dua penolak bala’, yaitu keberadaan nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan istighfar, maka ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam meninggal dunia, penolak bala’ itu tinggal satu, yaitu istihgfar.”

Hendaklah kita bisa mengambil peringatan ini, mulai dari diri kita, kita ingatkan diri kita dengan bertaubat dari segala dosa dan kita ingatkan keluarga kita, kemudian kita ingatkan orang lain dengan menghidupkan amar ma’ruf nahi mungkar dan saling menasehati diantara kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

÷ 1 = 9

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.