3 Potensi Ekonomi Jadi Alasan Laut China Selatan Terus Jadi Sengketa

0
98

INDOPOST.CO – Potensi ekonomi yang besar di Laut China Selatan membuat LCS menjadi sengketa. Berikut alasan ekonomu LCS bernilai ekonomi tinggi.

  1. LCS lalu lintas perdagangan internasional. Lalu lintas perdagangan internasional di LCS bernilai tak kurang dari 5,3 triliun dolar AS setiap tahunnya.

Bayangkan, satu potensi ekonominya saja sudah lebih besar dibanding PDB Indonesia tahun 2019 menurut IMF, yaitu ‘hanya’ mencapai 3,55 triliun AS.

Tak hanya itu, 90 persen lalu lintas pengangkutan minyak bumi dari Timur Tengah menuju Asia pada 2035 akan melintasi perairan tersebut.

2. Cadangan Minyak Bumi

Selain itu, menurut data Badan Informasi Energi AS, di kawasan ini tersimpan cadangan minyak bumi sebesar 11 miliar barel serta gas alam hingga 190 triliun kaki kubik (setara 57,9 triliun meter kubik).

Sementara cadangan minyak negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia (2017) saja, yaitu Venezuela, ‘hanya’ 300,878 barel.

3. Cadangan gas alam

Serupa dengan cadangan minyak, dalam hal gas alam, jumlah yang terkandung di Natuna mampu mengalahkan posisi Rusia sebagai pemilik cadangan gas alam terbesar di dunia pada 2017 (menurut BP Statistical Review of World Energy 2018) yaitu ‘hanya’ 33,6 triliun meter kubik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.