3 Penyebab Ular Makan Manusia Menurut Panji Petualang

0
177

Indopost.co – Kabar tewasnya seorang wanita, Wa Tiba dimangsa ular piton di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Tenggara mengusik pakar reptil Panji Sang Petualang.

Melalui akun instagram, Panji Petualang mengaku prihatin dan mengungkapkan alasan fenomena ular makan manusia bisa terjadi.

“Akhir2 ini sering banget denger kabar Retic python nelen orang… Kasus nya sering terjadi di sulawesi.. Padahal ular jenis retic besar di ketahui banyak di sumatera dan kalimantan,” tulisnya.

Panji Petualang menjelaskan beberapa faktor penyebabnya berdasarkan pengalamannya selama ini.

“Kalo yang saya perhatiin faktor nya karena ini, 1 ular jenis python reticulatus dari sulawesi karakter nya lebih agresif ketimbang dari tempat lain,” kata Panji Petualang.

Tak hanya itu, manusia sendiri juga dinilai Panji berperan penting dalam kasus ini.

Yakni adanya kerusakan habitat ular itu sendiri sehingga berakibat pada kurangnya makanan untuk mereka.

Ia lalu menjelaskan cara sang ular melumpuhkan dan memangsa buruannya itu.

“Ular python berburu dengan cara menunggu dan menggunakan indra jacobson untuk mereka mengetahui di mana mangsanya, ular python juga punya semacam sensor yang bisa melihat darah panas (contoh manusia) ketika python berhasil nerkam korban secara sembunyi2 alhasil korban gak akan bisa lagi melawan,” katanya seperti dilansir tribunbogor.com.

“Karena setelah menerkam python akan melilit dengan kuat, mereka bisa ngerasain nafas korban nya nah kalo mangsanya masih nafas lilitan nya terus dibuat kuat sampe mangsanya mati lemas kehabisan nafas,” tambahnya.

Menurut Panji, pada dasarnya hewan takut pada manusia.

“Mamun dalam keadaan lapar dan yang lewat manusia ya gak ada pilihan untuk si ular untuk makan manusia atau dia lapar,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa tak hanya ular piton raksasa saja yang bisa memangsa manusia.

“Ular bisa nelan manusia ketika kepala nya sama ukuran nya dengan telapak tangan kita,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, wanita bernama Wa Tiba (54) ditemukan telah tewas dimangsa ular jenis sanca jumbo tersebut sekitar antara Kamis (14/6/2018) petang hingga Jumat (15/6/2018) subuh.

Tiba sebelumnya pamit dari rumahnya untuk melihat kebun jagungnya yang kerap dirusak babi hutan saat malam takbiran.

Pagi harinya, Tiba tak kunjung pulang ke rumah hingga membuat keluarga khawatir, karena rencananya akan salat Idul Fitri ke masjid.

Namun hingga pukul 06.00 Wita, Tiba pun tak kunjung datang.

Saudaranya yang bernama La Miranda, kemudian mencoba mencari Tiba ke kebun yang jaraknya satu km dari rumah.

Miranda awalnya melihat jejak korban yang ditemukan di sekitar kebun.

Ditemukan adanya senter, sandal jepit, dan parang yang tercecer di sana.

Miranda pun kemudian meminta bantuan warga lainnya untuk mencari keneradaan Tiba.

Titik terang dari pencarian Tiba mulai tampak setelah seorang warga bernama La Ode Fendi melihat seekor ular raksasa dengan perut membesar di sekitar kebun pada pukul 09.30 Wita.

Ular raksasa itu juga tampak tak bisa bergerak karena diduga kekenyangan dan ternyata ular memangsa Wa Tiba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

79 + = 87

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.